Infeksi perangkat jantung adalah infeksi yang terjadi pada perangkat elektronik kardiovaskular yang ditanam di tubuh, seperti pacemaker, defibrillator kardioverter implan, terapi resinkronisasi jantung, atau lead yang masuk ke pembuluh darah dan ruang jantung. Infeksi dapat terbatas pada kantong alat di bawah kulit, tetapi juga dapat menyebar ke aliran darah, lead, katup jantung, atau jaringan lain. Karena perangkat berada di dalam tubuh, infeksi ini tidak bisa dianggap sebagai luka biasa, terutama bila muncul demam, nanah, alat tampak menonjol, atau hasil kultur darah menunjukkan bakteri tertentu. Infeksi perangkat jantung sebagai masalah yang memerlukan pencegahan, diagnosis, dan tata laksana khusus karena dapat melibatkan pocket, lead, maupun endokarditis terkait perangkat.
Secara klinis, infeksi dapat muncul sebagai infeksi lokal pada area kantong generator. Tanda yang sering terlihat meliputi kemerahan, nyeri, bengkak, rasa hangat, keluarnya cairan atau nanah, luka yang tidak menutup, perubahan bentuk kulit, sinus tract, atau perangkat yang mulai terlihat melalui kulit. Infeksi lokasi operasi dapat menimbulkan kemerahan, nyeri, cairan keruh dari luka, dan demam; prinsip ini relevan karena perangkat jantung ditanam melalui prosedur pembedahan kecil dan dapat melibatkan material implan.
Pada sebagian pasien, Infeksi perangkat jantung tidak hanya tampak di kulit. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menempel pada lead atau katup jantung, sehingga menimbulkan infeksi sistemik atau endokarditis. Gejalanya bisa lebih tidak spesifik, seperti demam berulang, menggigil, keringat malam, lemas, berat badan turun, sesak, atau batuk. Infeksi sistemik terkait perangkat dapat sulit dikenali karena gejalanya sering tidak khas dan dapat muncul lama setelah pemasangan perangkat.
Penyebab tersering biasanya berkaitan dengan kontaminasi bakteri saat prosedur, infeksi luka setelah pemasangan, pembukaan ulang kantong alat, hematoma, atau penyebaran bakteri dari infeksi lain di tubuh. Kriteria infeksi pasti mencakup temuan kantong alat seperti fluctuance, drainase purulen, erosi perangkat melalui kulit, sinus tract, serta isolasi Staphylococcus aureus atau koagulase-negatif staphylococci dalam kultur darah.
Penanganan infeksi perangkat jantung memerlukan evaluasi cepat karena antibiotik saja sering tidak cukup bila perangkat atau lead sudah terlibat. Pada infeksi perangkat yang pasti, direkomendasikan pelepasan sistem perangkat secara lengkap; keterlambatan pelepasan lebih dari tujuh hari dikaitkan dengan mortalitas satu tahun yang lebih tinggi dibanding pelepasan lebih awal. Selain itu, juga direkomendasikan complete system extraction tanpa penundaan pada endokarditis terkait perangkat jantung.
Merokok dan kebersihan luka buruk dapat memperlambat penyembuhan setelah pemasangan perangkat
Diabetes, gagal ginjal, gagal jantung lanjut, dan imunosupresi meningkatkan risiko infeksi perangkat
Tidak ada pola genetik tunggal, tetapi kerentanan infeksi dapat dipengaruhi kondisi imun bawaan
Lansia lebih rentan mengalami luka sulit sembuh dan gejala infeksi tidak khas
Revisi alat, hematoma, prosedur panjang, dan riwayat infeksi perangkat meningkatkan risiko berulang
Diagnosis infeksi perangkat jantung dimulai dari pemeriksaan area kantong alat. Dokter menilai apakah terdapat kemerahan, bengkak, nyeri, rasa hangat, fluctuance, luka terbuka, drainase purulen, sinus tract, perubahan bentuk kulit, atau erosi perangkat. Temuan perangkat yang terlihat keluar dari kulit sangat penting karena generator atau lead proksimal yang terekspos harus dianggap terinfeksi, terlepas dari hasil mikrobiologi. Pemeriksaan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai evaluasi kulit, karena infeksi lokal dapat berhubungan dengan infeksi lead atau endokarditis.
Setelah pemeriksaan fisik, dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah. Kultur darah membantu mendeteksi bakteri yang beredar di aliran darah, terutama Staphylococcus aureus dan koagulase-negatif staphylococci yang sering terkait perangkat. Isolasi bakteri tersebut dalam kultur darah dimasukkan sebagai salah satu kriteria pasti infeksi perangkat. Pemeriksaan darah tambahan seperti hitung darah lengkap, CRP, laju endap darah, fungsi ginjal, dan prokalsitonin dapat membantu menilai derajat peradangan, dampak sistemik, dan keamanan penggunaan antibiotik.
Ekokardiografi menjadi pemeriksaan penting bila dokter mencurigai keterlibatan lead, katup, atau endokarditis. Transthoracic echocardiography (TTE) dapat menjadi pemeriksaan awal, tetapi transesophageal echocardiography (TEE) sering lebih sensitif untuk melihat vegetasi pada lead atau katup. TTE direkomendasikan sebagai modalitas awal pada dugaan endokarditis, sedangkan TEE direkomendasikan bila TTE negatif tetapi kecurigaan tetap tinggi. Pemeriksaan ulang dalam 5–7 hari dapat dipertimbangkan bila hasil awal negatif atau tidak meyakinkan.
Pada kasus tertentu, pemeriksaan pencitraan lanjutan dapat membantu. Cardiac CTA, FDG PET/CT, dan WBC SPECT/CT sebagai bagian dari pendekatan pencitraan pada endokarditis, termasuk kasus yang mungkin berkaitan dengan perangkat. FDG PET/CT dapat memberikan dukungan diagnostik pada dugaan infeksi lead, terutama saat kultur atau ekokardiografi belum memberi jawaban jelas. Uptake FDG PET/CT sepanjang lead dapat mendukung diagnosis infeksi lead pada bakteremia non-stafilokokus.
Diagnosis juga harus membedakan infeksi superfisial luka dari infeksi pocket yang sebenarnya, karena keputusan terapinya berbeda. Infeksi superfisial mungkin hanya mengenai kulit dan jaringan dangkal, sedangkan infeksi pocket atau lead biasanya memerlukan strategi lebih agresif. Bila infeksi perangkat sudah pasti, evaluasi mencakup kebutuhan ekstraksi sistem, pilihan antibiotik, waktu re-implantasi, dan lokasi perangkat baru. Setelah pelepasan perangkat, periode kultur darah negatif setidaknya tiga hari, atau hingga 14 hari pada endokarditis katup, tampak masuk akal sebelum implantasi ulang.
Bakteri tetap berada dalam darah meskipun pasien sudah menerima antibiotik
Infeksi mengenai lead atau katup dan menyebabkan vegetasi berbahaya
Infeksi menyebar sistemik dan mengganggu tekanan darah serta organ vital
Fragmen infeksi dari lead dapat terbawa ke pembuluh darah paru
Nanah terkumpul di area kantong perangkat dan merusak jaringan sekitar
Perangkat menekan kulit hingga terbuka dan terpapar lingkungan luar
Infeksi atau ekstraksi dapat mengganggu fungsi pacemaker atau defibrillator
Infeksi dapat kembali bila sumber infeksi tidak teratasi secara lengkap
Mengendalikan infeksi sistemik sambil menunggu hasil kultur dan sensitivitas
Mengangkat generator dan lead bila infeksi perangkat sudah terbukt
Membersihkan kumpulan nanah dan jaringan terinfeksi di area perangkat
Menyesuaikan antibiotik berdasarkan bakteri penyebab dan pola resistensi
Memasang alat baru setelah infeksi terkendali dan kultur darah negatif
Leadless pacemaker atau subcutaneous ICD dipertimbangkan pada risiko infeksi tinggi
Dipertimbangkan terbatas bila ekstraksi terlalu berisiko bagi pasien tertentu
Menjaga luka tetap bersih, tertutup, dan dipantau sampai sembuh
Periksa luka perangkat setiap hari
Jaga area luka tetap bersih
Hindari menyentuh luka tanpa cuci tangan
Laporkan demam setelah pemasangan alat
Jangan menekan kantong perangkat berulang
Ikuti kontrol perangkat sesuai jadwal
Minum antibiotik sesuai arahan dokter
Hindari menghentikan obat sendiri mendadak
Catat nyeri, bengkak, atau cairan
Segera periksa bila alat terlihat
Segera hubungi dokter bila area perangkat menjadi merah, bengkak, nyeri, hangat, mengeluarkan cairan keruh, bernanah, atau luka tampak terbuka. Pasien disarankan untuk segera menghubungi tenaga kesehatan bila muncul tanda infeksi pada area operasi, seperti kemerahan, nyeri, drainase, atau demam. Pada perangkat jantung, tanda tersebut perlu ditanggapi lebih serius karena infeksi dapat melibatkan material implan yang berada di dalam tubuh.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan bila demam muncul tanpa penyebab jelas, terutama pada pasien yang memiliki pacemaker, defibrillator implan, CRT, atau lead jantung. Demam berulang, menggigil, keringat malam, lemas, berat badan turun, atau hasil kultur darah positif dapat mengarah pada infeksi aliran darah atau endokarditis terkait perangkat. Infeksi sistemik terkait perangkat dapat sulit dikenali karena gejalanya sering tidak spesifik dan dapat muncul lama setelah implantasi.
Pasien harus mencari pertolongan segera bila perangkat tampak menonjol, kulit di atas perangkat menipis, luka terbuka, atau generator maupun lead terlihat dari luar. Kondisi ini tidak boleh ditutup sendiri atau diberi obat luar tanpa evaluasi medis. Erosi perangkat melalui kulit dan sinus tract dimasukkan sebagai kriteria pasti infeksi pocket. Karena itu, paparan perangkat harus dianggap sebagai tanda bahaya sampai terbukti sebaliknya.
Keadaan darurat dapat terjadi bila infeksi menyebabkan sepsis, emboli paru septik, atau gangguan fungsi jantung. Gejala seperti tekanan darah turun, pingsan, sesak berat, nyeri dada, batuk darah, kebingungan, kulit dingin, atau penurunan kesadaran membutuhkan penanganan segera di fasilitas medis. Pasien dengan diabetes, penyakit ginjal kronis, gagal jantung berat, imunosupresi, atau riwayat infeksi perangkat sebelumnya perlu lebih waspada karena risiko komplikasi dan infeksi berulang lebih tinggi.
Kontrol rutin setelah pemasangan perangkat tetap penting meskipun tidak ada keluhan berat. Dokter perlu menilai penyembuhan luka, fungsi perangkat, obat pengencer darah, kemungkinan hematoma, serta tanda infeksi dini. Faktor risiko infeksi mencakup diabetes, penyakit ginjal stadium akhir, infeksi perangkat sebelumnya, malnutrisi, gagal jantung lanjut, demam sebelum prosedur, hematoma pasca operasi, reoperasi, durasi prosedur, dan jenis perangkat tertentu. Bila pasien mengenali faktor risiko ini sejak awal, Infeksi Perangkat Jantung dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sebelum menyebar.
Infeksi perangkat jantung implan adalah infeksi yang terjadi pada alat yang ditanam untuk membantu irama atau fungsi jantung, seperti pacemaker, implantable cardioverter-defibrillator, cardiac resynchronization therapy, atau lead yang masuk ke jantung. Infeksi dapat terbatas pada kantong alat di bawah kulit, tetapi juga dapat menyebar ke aliran darah, lead, katup jantung, atau menyebabkan endokarditis. Tanda lokal biasanya berupa kemerahan, nyeri, bengkak, hangat, luka terbuka, nanah, atau perangkat terlihat melalui kulit. Tanda sistemik dapat berupa demam, menggigil, keringat malam, lemas, atau sesak. Kondisi ini perlu dievaluasi oleh dokter karena material implan dapat menjadi tempat bakteri menempel dan sulit dibersihkan hanya dengan antibiotik.
Tidak selalu. Sebagian infeksi memang terlihat jelas di area kantong perangkat, misalnya kulit merah, bengkak, nyeri, bernanah, atau perangkat tampak menonjol. Namun, infeksi juga dapat terjadi pada lead atau katup tanpa tanda kulit yang mencolok. Pada kondisi seperti ini, pasien mungkin hanya mengalami demam berulang, menggigil, keringat malam, lemas, berat badan turun, atau kultur darah positif. Karena gejalanya dapat tidak khas, dokter biasanya menggabungkan pemeriksaan fisik, kultur darah, ekokardiografi, dan pencitraan lanjutan bila diperlukan. Riwayat pemasangan perangkat jantung harus selalu disebutkan kepada dokter ketika pasien mengalami demam yang tidak jelas penyebabnya.
Dokter memastikan infeksi perangkat jantung dengan menilai gejala, kondisi kantong alat, hasil kultur darah, pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan jantung. Pemeriksaan area pocket mencari tanda seperti drainase purulen, sinus tract, erosi kulit, fluctuance, nyeri, dan pembengkakan. Kultur darah membantu mengenali bakteri penyebab, terutama bakteri stafilokokus yang sering berkaitan dengan perangkat. Ekokardiografi, khususnya transesophageal echocardiography, dapat membantu menilai vegetasi pada lead atau katup. Pada kasus yang sulit, FDG PET/CT atau WBC SPECT/CT dapat mendukung diagnosis. Diagnosis yang tepat penting karena terapi berbeda antara peradangan luka ringan, infeksi pocket, infeksi lead, dan endokarditis terkait perangkat.
Antibiotik sangat penting, tetapi sering tidak cukup bila infeksi sudah mengenai pocket perangkat, generator, lead, atau katup jantung. Bakteri dapat menempel pada permukaan perangkat dan membentuk lapisan yang sulit dibersihkan sepenuhnya dengan obat. Karena itu, pada infeksi perangkat yang pasti, pelepasan sistem perangkat secara lengkap didukung dalam banyak kasus. Setelah perangkat dilepas, dokter memberikan antibiotik sesuai bakteri penyebab dan menentukan waktu aman untuk pemasangan ulang. Pada pasien tertentu yang sangat berisiko menjalani ekstraksi, terapi supresi antimikroba jangka panjang dapat dipertimbangkan, tetapi pendekatan ini bersifat khusus dan memerlukan pertimbangan multidisiplin.
Perangkat baru biasanya dipertimbangkan setelah infeksi terkendali, kultur darah membaik, dan dokter memastikan pasien masih membutuhkan perangkat tersebut. Periode kultur darah negatif setidaknya tiga hari setelah pelepasan perangkat tampak masuk akal sebelum re-implantasi, dan dapat diperpanjang hingga 14 hari pada pasien dengan endokarditis katup. Lokasi pemasangan baru umumnya tidak sama dengan sisi yang terinfeksi. Pada pasien berisiko tinggi mengalami infeksi ulang, pilihan seperti leadless pacemaker atau subcutaneous ICD dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan klinis. Keputusan ini bergantung pada jenis perangkat, kondisi irama jantung, risiko infeksi ulang, dan stabilitas pasien.
Tentang Heartology
Heartology Cardiovascular Hospital adalah rumah sakit kardiovaskular yang merupakan salah satu unit bisnis Astra International yang menyediakan solusi komprehensif dan terintegrasi untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah terbaik.
Kontak Kami
Email: info@heartology.id
No. Tlp: 1500 258