eGFR Rendah: Penyebab, Arti Angka, dan Langkah Selanjutnya

Heart Wellness  Heartology Cardiovascular Hospital

17 menit baca
Tim Editor Heartology Tim Editor Heartology

Bagaimana cara membaca hasil eGFR dengan tepat? Kenali arti angka eGFR, perbedaannya dengan kreatinin, kondisi yang dapat memengaruhi hasil, serta kapan pemeriksaan ulang atau konsultasi medis mungkin diperlukan untuk memahami fungsi ginjal secara menyeluruh.

RINGKASAN KLINIS

Ringkasan Klinis

eGFR adalah perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah yang biasanya dihitung dari kadar kreatinin, usia, dan jenis kelamin. Hasilnya membantu menilai fungsi ginjal, tetapi tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal. Interpretasi yang tepat perlu mempertimbangkan tren pemeriksaan, UACR, kondisi klinis, serta faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Pernah melihat istilah eGFR pada hasil medical check-up (MCU) atau pemeriksaan darah, lalu bingung dengan arti angkanya? eGFR adalah perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah. Nilainya dapat membantu memberikan gambaran awal tentang fungsi filtrasi ginjal, tetapi tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis.

Karena itu, jangan langsung mengambil kesimpulan hanya dari tanda panah atau label “rendah” pada laporan laboratorium. Dokter perlu membaca eGFR bersama hasil sebelumnya, kreatinin, pemeriksaan urine, kondisi tubuh saat tes, obat atau suplemen yang digunakan, serta faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes.

Artikel ini membantu Anda memahami nilai eGFR normal, arti eGFR rendah, alasan hasil dapat berubah, serta langkah yang dapat dilakukan selanjutnya. Anda juga akan mengetahui mengapa fungsi ginjal berkaitan dengan tekanan darah dan kesehatan jantung.

Infografik lima tahap pemeriksaan eGFR, meliputi pengambilan sampel darah, pemeriksaan kreatinin, perhitungan eGFR, pengategorian hasil, dan penilaian konteks klinis.

Gambar: Infografik eGFR dalam 60 detik yang menjelaskan proses dari pengambilan sampel darah dan pemeriksaan kreatinin hingga perhitungan serta pemahaman hasil fungsi filtrasi ginjal.

Apa Itu eGFR?

eGFR adalah estimasi laju filtrasi glomerulus, yaitu perkiraan seberapa baik ginjal menyaring darah. Nilai ini membantu dokter menilai fungsi penyaringan ginjal dan melihat perubahannya dari waktu ke waktu.

Di dalam ginjal terdapat unit penyaring mikroskopis yang disebut nefron. Pada setiap nefron, glomerulus menyaring darah sebelum tubuh membuang zat sisa dan cairan berlebih melalui urine. Hasil eGFR biasanya dilaporkan dalam satuan mL/menit/1,73 m².

Apa yang Diperkirakan oleh eGFR?

Secara sederhana, eGFR memperkirakan laju filtrasi ginjal. Nilai yang lebih rendah dapat menunjukkan bahwa proses penyaringan tidak berlangsung sebaik yang diharapkan.

Namun, eGFR tidak menggambarkan seluruh fungsi ginjal. Angka ini juga bukan persentase “berapa banyak ginjal yang masih bekerja”. Karena merupakan estimasi, nilainya dapat berbeda dari GFR yang diukur secara langsung pada tingkat individu.

Apa Perbedaan GFR dan eGFR?

GFR adalah laju filtrasi glomerulus. Nilainya dapat diukur secara langsung sebagai GFR terukur (measured GFR atau mGFR) atau diperkirakan melalui persamaan sebagai eGFR.

Pengukuran GFR secara langsung memerlukan prosedur yang lebih kompleks. Karena itu, dalam pemeriksaan rutin, laboratorium lebih sering melaporkan eGFR sebagai pendekatan praktis untuk menilai fungsi filtrasi ginjal.

eGFR Ginjal dan EGFR Kanker

Istilah eGFR dalam artikel ini berkaitan dengan fungsi ginjal. Istilah tersebut berbeda dari EGFR atau epidermal growth factor receptor, yaitu protein yang dapat diperiksa dalam konteks kanker tertentu.

Mengapa eGFR Penting?

eGFR penting karena membantu memperkirakan fungsi filtrasi ginjal dan memantau perubahannya dari waktu ke waktu. Hasil ini sering muncul otomatis ketika laboratorium memeriksa kreatinin, termasuk dalam MCU serta evaluasi pada orang dengan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau faktor risiko ginjal lainnya.

Nilai eGFR menjadi lebih bermakna ketika dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Dengan kata lain, tren pemeriksaan biasanya memberi informasi yang lebih baik daripada satu angka yang berdiri sendiri.

Apa yang Dapat Ditunjukkan eGFR?

Hasil eGFR dapat membantu:

  1. memperkirakan kemampuan filtrasi ginjal;
  2. melihat perubahan fungsi penyaringan dari waktu ke waktu;
  3. mengelompokkan kategori GFR;
  4. membantu menentukan kebutuhan pemeriksaan tambahan;
  5. mendukung keputusan klinis tertentu, termasuk penyesuaian dosis beberapa obat.

Selain itu, pedoman klinis menggabungkan kategori eGFR dan albuminuria untuk menilai penyakit ginjal kronis serta risiko perkembangannya.

Apa yang Tidak Dapat Ditentukan Hanya dari eGFR?

eGFR saja tidak dapat memastikan:

  1. penyebab perubahan fungsi ginjal;
  2. apakah penurunan bersifat sementara atau menetap;
  3. seluruh bentuk kerusakan ginjal;
  4. diagnosis penyakit ginjal kronis dari satu pemeriksaan;
  5. kebutuhan dialisis atau terapi tertentu;
  6. tingkat kegawatan tanpa melihat gejala dan hasil lain.

Penyakit ginjal kronis ditentukan berdasarkan kelainan struktur atau fungsi ginjal yang menetap sedikitnya tiga bulan. Oleh sebab itu, dokter perlu menilai durasi perubahan, pemeriksaan urine, dan konteks klinis sebelum menetapkan diagnosis.

Bagaimana eGFR Dihitung?

Laboratorium biasanya menghitung eGFR dari kadar kreatinin serum, usia, dan jenis kelamin. Salah satu persamaan yang digunakan pada orang dewasa adalah CKD-EPI 2021, yang tidak memakai koefisien ras. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan sistatin C bersama kreatinin untuk meningkatkan ketepatan estimasi.

Anda tidak perlu menghitung eGFR sendiri. Hal yang lebih penting adalah memahami data yang membentuk angka tersebut dan alasan hasilnya tetap memiliki keterbatasan.

Peran Kreatinin

Kreatinin adalah zat sisa yang berasal dari aktivitas normal otot. Ginjal membantu mengeluarkannya dari darah. Karena itu, kadar kreatinin sering digunakan sebagai penanda tidak langsung fungsi filtrasi.

Namun, kreatinin juga dipengaruhi massa otot, aktivitas fisik, pola makan, obat, suplemen, dan kondisi tubuh. Akibatnya, nilai kreatinin yang masih berada dalam rentang referensi belum tentu memiliki arti yang sama bagi setiap orang.

Baca juga: Mengenal Apa itu Kreatinin, Kadar Normal, dan Risikonya Jika Tinggi

Informasi Lain dalam Persamaan 

Pada orang dewasa, persamaan CKD-EPI 2021 berbasis kreatinin menggunakan:

  • kadar kreatinin serum;
  • usia;
  • jenis kelamin.

Persamaan gabungan kreatinin-sistatin C juga memasukkan kadar sistatin C. Menurut NIDDK, kombinasi kedua penanda umumnya menghasilkan estimasi yang lebih akurat daripada kreatinin saja, terutama bila hasil berada dekat ambang keputusan klinis penting. Namun, pemeriksaan sistatin C belum tersedia secara rutin di semua fasilitas.

Persamaan untuk anak dan remaja berbeda dari persamaan dewasa. Karena itu, hasil pada kelompok usia tersebut perlu dihitung dan ditafsirkan dengan formula yang sesuai.

Mengapa Disebut Estimasi?

Tidak ada satu persamaan yang sempurna untuk setiap orang dan setiap kondisi. eGFR dapat kurang representatif ketika kadar kreatinin berubah cepat, massa otot sangat tinggi atau rendah, atau terdapat kondisi medis tertentu.

Karena itu, dokter menilai tren eGFR pada orang yang sama dan, bila memungkinkan, menggunakan metode laboratorium yang konsisten. Pendekatan ini lebih informatif daripada terpaku pada satu angka.

Berapa Nilai eGFR Normal?

Secara umum, eGFR 90 mL/menit/1,73 m² atau lebih termasuk kategori G1, yaitu filtrasi normal atau tinggi.

Namun, kategori eGFR tidak sama dengan diagnosis. Nilai 60–89 belum otomatis berarti penyakit ginjal, sedangkan nilai 90 atau lebih belum menjamin ginjal bebas dari gangguan.

Kategori Nilai eGFR (mL/menit/1,73 m²) Arti Umum Konteks yang Perlu Dilihat
G1 ≥90 Normal atau tinggi Tetap periksa albuminuria atau penanda kerusakan ginjal lain.
G2 60–89 Sedikit menurun Tidak otomatis berarti penyakit ginjal tanpa penanda kerusakan yang menetap.
G3a 45–59 Menurun ringan hingga sedang Perlu menilai tren, UACR, faktor risiko, dan kondisi klinis.
G3b 30–44 Menurun sedang hingga berat Memerlukan evaluasi medis dan pemantauan lebih terarah.
G4 15–29 Menurun berat Memerlukan penanganan dan pemantauan khusus.
G5 <15 Gagal ginjal Keputusan terapi tidak ditentukan dari angka saja.

Kategori tersebut menggambarkan tingkat GFR. Diagnosis penyakit ginjal kronis tetap mempertimbangkan penyebab, durasi, albuminuria, serta penanda kerusakan ginjal lainnya.

Apakah eGFR 60 – 89 Berarti Penyakit Ginjal?

Tidak selalu. Nilai eGFR 60–89 baru mendukung diagnosis penyakit ginjal kronis bila terdapat penanda kerusakan ginjal — misalnya albuminuria atau kelainan struktural — yang menetap sedikitnya tiga bulan.

Tanpa penanda lain, kategori G1 dan G2 dapat termasuk kelompok berisiko rendah dan tidak memenuhi kriteria penyakit ginjal kronis.

Apakah eGFR 90 atau Lebih Berarti Ginjal Pasti Sehat?

Belum tentu. Nilai eGFR 90 atau lebih menunjukkan filtrasi yang relatif baik, tetapi tidak menyingkirkan albuminuria, darah dalam urine, atau kelainan struktur ginjal.

Karena itu, orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau faktor risiko lain dapat memerlukan pemeriksaan urine meskipun nilai eGFR terlihat baik.

Bagaimana Usia Memengaruhi Interpretasi eGFR?

Usia merupakan bagian dari perhitungan eGFR. Nilai filtrasi juga cenderung menurun seiring pertambahan usia pada sebagian orang.

Meskipun begitu, usia tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan penurunan yang bermakna, terlebih jika hasil berubah cepat atau disertai albuminuria, hipertensi, maupun diabetes.

Pahami Sebelum Menyimpulkan

Lihat Hasil Secara Menyeluruh

Nilai eGFR perlu dibaca bersama kreatinin, pemeriksaan urine, hasil sebelumnya, serta kondisi Anda ketika tes dilakukan.

Infografik rentang eGFR kategori G1, G2, G3a, G3b, G4, dan G5 yang menjelaskan tingkat kemampuan filtrasi ginjal serta pentingnya menilai UACR, tren hasil, dan kondisi klinis.

Gambar: Infografik rentang eGFR dari kategori G1 hingga G5 beserta maknanya dalam memperkirakan kemampuan filtrasi ginjal dan konteks medis yang perlu dipertimbangkan.

Kreatinin, eGFR, dan UACR

Kreatinin, eGFR, dan UACR memberikan informasi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Kreatinin dan eGFR berkaitan dengan filtrasi, sedangkan UACR membantu menilai kebocoran albumin melalui penyaring ginjal.

Pemeriksaan Sampel atau Sumber Data Apa yang Dinilai? Keterbatasan Utama
Kreatinin Darah Kadar kreatinin sebagai penanda tidak langsung filtrasi Dipengaruhi massa otot, aktivitas, makanan, obat, dan suplemen.
eGFR Perhitungan Perkiraan laju filtrasi ginjal Bukan pengukuran langsung dan tidak selalu tepat pada setiap individu.
UACR Urine Rasio albumin terhadap kreatinin urine Hasil dapat perlu diulang untuk memastikan albuminuria menetap.

Apa yang Ditunjukkan Kreatinin?

Kreatinin menunjukkan kadar zat sisa dalam darah. Ketika filtrasi ginjal menurun, kreatinin dapat meningkat. Namun, dokter perlu melihat angka persis dan karakteristik tubuh, bukan sekadar label “normal” atau “tinggi” pada laporan.

Apa yang Ditunjukkan eGFR?

Hasil eGFR mengolah kreatinin bersama usia dan jenis kelamin menjadi estimasi laju filtrasi. Dengan demikian, eGFR biasanya memberi konteks yang lebih informatif daripada kreatinin saja.

Apa yang Ditunjukkan UACR?

Rasio albumin-kreatinin urine atau urine albumin-to-creatinine ratio (UACR) mengukur perbandingan albumin dan kreatinin dalam urine. Ginjal yang sehat biasanya mempertahankan albumin di dalam darah. Bila albumin dalam urine meningkat, hal tersebut dapat menjadi penanda kerusakan ginjal meskipun eGFR masih baik.

Dengan kata lain, eGFR menggambarkan filtrasi, sedangkan UACR membantu menilai albuminuria. KDIGO 2024 menggunakan keduanya untuk klasifikasi dan penilaian risiko penyakit ginjal kronis.

Infografik perbedaan kreatinin, eGFR, dan UACR dalam menilai kadar zat sisa, kemampuan filtrasi ginjal, dan albumin dalam urine.

Gambar: Infografik rentang eGFR kategori G1, G2, G3a, G3b, G4, dan G5 yang menjelaskan tingkat kemampuan filtrasi ginjal serta pentingnya menilai UACR, tren hasil, dan kondisi klinis.

Mengapa Hasil eGFR Berubah?

Hasil eGFR dapat berubah akibat perubahan fungsi ginjal, kondisi sementara, karakteristik tubuh, obat, suplemen, atau variasi pemeriksaan. Karena eGFR adalah nilai estimasi berbasis kreatinin, perubahan kreatinin dapat ikut mengubah hasil meskipun penyebabnya tidak selalu berasal dari kerusakan ginjal.

Kondisi Saat Pemeriksaan

Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hasil atau interpretasi antara lain:

  • dehidrasi atau perubahan asupan cairan;
  • muntah atau diare;
  • demam, infeksi, atau penyakit akut;
  • operasi atau prosedur medis baru-baru ini;
  • olahraga berat menjelang tes;
  • konsumsi daging dalam jumlah besar sebelum pemeriksaan.

Namun, faktor-faktor tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai penjelasan pasti. Hasil eGFR yang rendah tetap perlu dievaluasi, terutama bila perubahannya besar atau disertai keluhan.

Massa Otot dan Kondisi Tubuh

Kreatinin berasal dari otot. Karena itu, orang dengan massa otot sangat tinggi dapat memiliki kreatinin lebih tinggi tanpa penurunan filtrasi yang setara. Sebaliknya, orang dengan massa otot sangat rendah dapat memiliki kreatinin yang tampak rendah meskipun fungsi ginjal tidak optimal.

Selain itu, ukuran tubuh dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi ketepatan persamaan eGFR.

Obat dan Suplemen

Sampaikan seluruh obat resep, obat bebas, pereda nyeri, vitamin, herbal, serta suplemen olahraga kepada dokter. Sebagian produk dapat memengaruhi fungsi ginjal, kadar kreatinin, atau cara hasil ditafsirkan.

Suplemen kreatin, misalnya, dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam darah dan memengaruhi eGFR berbasis kreatinin. Hal ini tidak otomatis berarti kreatin menyebabkan kerusakan ginjal. Namun, penggunaannya perlu diketahui saat dokter membaca hasil. Jangan menghentikan obat atau suplemen yang diresepkan tanpa arahan tenaga medis.

Infografik tentang faktor yang dapat memengaruhi hasil eGFR, meliputi hidrasi, kondisi akut, olahraga berat, massa otot, makanan sebelum tes, obat, suplemen kreatin, dan metode laboratorium.

Gambar: Infografik faktor yang dapat memengaruhi hasil eGFR, termasuk hidrasi, kondisi akut, olahraga berat, massa otot, makanan sebelum tes, obat, suplemen kreatin, dan metode laboratorium.

Apa Arti eGFR Rendah?

eGFR rendah berarti perkiraan kemampuan filtrasi ginjal lebih rendah daripada yang diharapkan. Namun, artinya bergantung pada nilai sebelumnya, durasi perubahan, hasil urine, kondisi saat tes, serta faktor kesehatan lain.

Satu Hasil Belum Menentukan Diagnosis

Satu nilai eGFR rendah dapat muncul ketika tubuh sedang sakit atau kadar kreatinin belum stabil. Penyakit ginjal kronis umumnya membutuhkan bukti kelainan fungsi atau struktur ginjal yang menetap setidaknya tiga bulan.

Dalam konteks evaluasi penyakit ginjal kronis, PNPK Kementerian Kesehatan 2023 mencantumkan pengulangan dalam 12 minggu pada eGFR kurang dari 60. Namun, dokter dapat meminta pemeriksaan lebih cepat bila mencurigai gangguan ginjal akut atau kondisi mendesak.

eGFR Rendah, Kreatinin Normal

Hal ini dapat terjadi karena rentang referensi kreatinin bersifat umum, sedangkan eGFR mempertimbangkan usia dan jenis kelamin. Nilai kreatinin yang sama dapat menghasilkan eGFR berbeda pada dua orang dengan karakteristik berbeda.

Karena itu, dokter melihat angka kreatinin secara tepat, tren hasil, massa otot, metode laboratorium, dan kondisi klinis — bukan hanya tanda.

eGFR Normal, UACR Meningkat

eGFR yang terlihat normal tidak meniadakan kemungkinan kerusakan ginjal. UACR dapat meningkat ketika filtrasi masih tampak baik.

Meskipun begitu, satu hasil UACR juga dapat dipengaruhi kondisi sementara. Dokter mungkin meminta pengulangan untuk memastikan albuminuria menetap.

Penurunan Mendadak dan Menetap

Penurunan cepat berbeda dari perubahan yang berkembang perlahan. Penurunan mendadak dapat berkaitan dengan gangguan ginjal akut, dehidrasi berat, infeksi, tekanan darah rendah, obat, atau sumbatan saluran kemih.

Sebaliknya, penurunan yang menetap lebih mengarah pada proses kronis.

Baca juga: Fungsi Ginjal Menurun? Waspadai Penyakit Ginjal Kronis

Langkah Setelah eGFR Rendah

Langkah pertama setelah mendapatkan eGFR rendah bukan mencari cara menaikkan angkanya, melainkan memahami perubahan dan konteks pemeriksaan. Berikut urutan yang dapat membantu Anda menyiapkan evaluasi medis.

1. Bandingkan Hasil Sebelumnya

Periksa laporan terdahulu dan bandingkan:

  • nilai eGFR;
  • kreatinin;
  • tanggal pemeriksaan;
  • laboratorium atau metode bila tercantum;
  • arah perubahan.

Tren eGFR biasanya lebih informatif daripada satu hasil.

2. Ingat Kondisi Saat Tes

Catat apakah saat pemeriksaan Anda:

  • sedang demam atau mengalami infeksi;
  • mengalami muntah atau diare;
  • mengurangi asupan cairan;
  • berolahraga berat;
  • baru menjalani operasi;
  • mengubah pola makan;
  • mulai menggunakan obat atau suplemen baru.

Informasi tersebut membantu dokter menilai kemungkinan pengaruh kondisi sementara.

3. Catat Obat dan Suplemen

Siapkan daftar yang mencakup nama, dosis, dan frekuensi penggunaan. Sertakan pula obat bebas, pereda nyeri, herbal, vitamin, protein, dan kreatin.

Jangan menghentikan obat secara mendadak. Dokter perlu menilai manfaat, risiko, dan kemungkinan penyesuaian secara individual.

4. Perhatikan Pemeriksaan Lain

Lihat apakah laporan juga mencantumkan:

  • kreatinin;
  • UACR;
  • urinalisis;
  • tekanan darah;
  • gula darah atau HbA1c;
  • elektrolit;
  • hasil MCU lain yang relevan.

Kombinasi eGFR dan albuminuria memberikan penilaian risiko yang lebih lengkap daripada salah satunya saja.

5. Diskusikan Pemeriksaan Ulang

Waktu pengulangan tidak sama bagi setiap orang. Dokter akan mempertimbangkan besarnya perubahan, kemungkinan kondisi akut, hasil urine, gejala, obat, dan penyakit penyerta.

PNPK Indonesia mencantumkan pengulangan dalam 12 minggu untuk eGFR kurang dari 60 dalam evaluasi penyakit ginjal kronis. Namun, pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat bila ada kecurigaan gangguan akut.

6. Siapkan Pertanyaan untuk Dokter

Anda dapat menanyakan:

  • Apakah perubahan hasil ini bermakna?
  • Bagaimana hasil ini dibandingkan pemeriksaan sebelumnya?
  • Apakah saya perlu memeriksa UACR?
  • Apakah obat atau suplemen saya dapat memengaruhi hasil?
  • Apakah tekanan darah atau gula darah perlu dievaluasi?
  • Kapan pemeriksaan perlu diulang?
  • Apakah saya perlu berkonsultasi dengan dokter subspesialis ginjal dan hipertensi?
Infografik Heartology tentang langkah setelah hasil eGFR rendah, termasuk membandingkan hasil, mencatat kondisi saat tes, meninjau obat dan suplemen, melihat pemeriksaan lain, pemeriksaan ulang, dan persiapan konsultasi.

Gambar: Infografik langkah yang dapat dilakukan setelah hasil eGFR rendah, mulai dari membandingkan hasil sebelumnya, mengingat kondisi saat tes, mencatat obat dan suplemen, melihat pemeriksaan lain, mendiskusikan pemeriksaan ulang, hingga menyiapkan konsultasi.

Bisakah eGFR Meningkat?

eGFR dapat meningkat kembali bila penurunannya dipengaruhi faktor yang dapat dipulihkan. Contohnya meliputi dehidrasi, penyakit akut, sumbatan, atau pengaruh obat tertentu. Namun, kemungkinan perbaikan tetap bergantung pada penyebab dan kondisi setiap orang.

Pada penyakit ginjal kronis, tujuan utama biasanya menjaga fungsi yang masih ada, mengendalikan faktor risiko, dan memperlambat penurunan — bukan sekadar mengejar angka tertentu.

Kapan Hasil Mungkin Berubah?

Nilai eGFR berikutnya dapat berubah setelah:

  • kondisi cairan tubuh kembali stabil;
  • infeksi atau penyakit akut tertangani;
  • sumbatan diatasi;
  • obat dievaluasi;
  • kondisi saat tes atau metode pemeriksaan berbeda.

Namun demikian, perbaikan angka belum selalu berarti penyebab dasarnya telah teratasi. Sebaliknya, hasil yang belum membaik juga tidak dapat ditafsirkan tanpa evaluasi medis.

Jangan Hanya Mengejar Angka

Tujuan evaluasi eGFR adalah:

  • memahami penyebab;
  • memantau tren;
  • menjaga fungsi ginjal;
  • mengendalikan tekanan darah dan gula darah;
  • mengurangi risiko komplikasi;
  • memastikan penggunaan obat yang aman.

Angka laboratorium merupakan bagian dari perjalanan kesehatan, bukan satu-satunya sasaran.

Waspadai Klaim Instan

Tidak ada minuman, herbal, “detoks”, atau suplemen yang dapat dijamin menaikkan eGFR dengan cepat. Selain itu, minum air berlebihan bukan solusi universal dan dapat berbahaya bagi orang dengan gagal jantung atau gangguan keseimbangan cairan.

Karena itu, jangan memulai diet ekstrem atau menghentikan obat berdasarkan informasi daring. Langkah yang aman perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi tubuh.

Siapa Perlu Memeriksa eGFR?

Pemeriksaan eGFR terutama relevan bagi orang dengan faktor risiko ginjal atau kondisi yang memerlukan pemantauan fungsi ginjal. Frekuensi pemeriksaan tidak sama bagi semua orang dan sebaiknya disesuaikan dengan hasil sebelumnya serta rekomendasi dokter.

Orang dengan Hipertensi

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil pada ginjal. Sebaliknya, gangguan ginjal dapat membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan.

Karena itu, evaluasi hipertensi sering mencakup pemeriksaan darah dan urine.

Baca juga: Hipertensi Primer Sering Tanpa Gejala: Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Orang dengan Diabetes

Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan sistem penyaringan ginjal. Karena itu, eGFR dan UACR menjadi bagian penting dalam pemantauan diabetes.

Baca juga:

Orang dengan Risiko Kardiovaskular

Penyakit jantung, gagal jantung, gangguan pembuluh darah, hipertensi, dan diabetes dapat berkaitan dengan fungsi ginjal. Selain itu, fungsi ginjal dapat memengaruhi pilihan obat dan keputusan klinis tertentu.

Orang dengan Riwayat Keluarga

Riwayat penyakit ginjal, gagal ginjal, hipertensi, atau diabetes dalam keluarga dapat menjadi alasan untuk mendiskusikan pemeriksaan dengan dokter.

Orang Muda dengan Faktor Risiko

Gangguan ginjal juga dapat terjadi pada usia muda. Namun, tidak setiap orang muda membutuhkan frekuensi tes yang sama.

Pemeriksaan lebih relevan bila terdapat hipertensi, diabetes, obesitas atau gangguan metabolik, riwayat keluarga, penyakit jantung, penggunaan obat tertentu, atau temuan abnormal sebelumnya. PNPK Indonesia menganjurkan pendekatan skrining berbasis risiko.

Hubungan eGFR dan Jantung

eGFR bukan tes jantung, tetapi fungsi ginjal menjadi bagian penting dari kesehatan kardiovaskular. Ginjal membantu mengatur cairan, elektrolit, dan tekanan darah. Karena itu, kondisi jantung, ginjal, dan metabolik sering perlu dievaluasi secara terpadu.

Ginjal Mengatur Cairan

Ginjal mengatur jumlah natrium dan cairan yang dipertahankan atau dikeluarkan tubuh. Bila proses ini terganggu, cairan dapat menumpuk dan tekanan darah dapat menjadi lebih sulit dikendalikan.

Pada orang dengan penyakit jantung, perubahan cairan dan fungsi ginjal dapat memengaruhi gejala, penggunaan obat, serta rencana perawatan.

Hipertensi Memengaruhi Ginjal dan Jantung

Hipertensi dapat merusak pembuluh darah ginjal sekaligus meningkatkan beban kerja jantung. Sebaliknya, gangguan ginjal dapat ikut mempertahankan tekanan darah tinggi melalui perubahan keseimbangan cairan dan sistem hormonal.

Namun, hubungan ini tidak berarti setiap orang dengan eGFR rendah pasti mengalami penyakit jantung. Keduanya perlu dinilai dalam gambaran kesehatan yang lebih luas.

Diabetes sebagai Faktor Risiko Bersama

Diabetes meningkatkan risiko gangguan ginjal dan penyakit kardiovaskular. Gula darah tinggi, hipertensi, berat badan berlebih, serta gangguan lemak darah juga sering muncul bersama dan memengaruhi lebih dari satu organ.

Kapan Evaluasi Jantung Relevan?

Evaluasi kardiovaskular menjadi lebih relevan bila perubahan eGFR muncul bersama:

  • hipertensi;
  • diabetes;
  • penyakit jantung yang sudah diketahui;
  • sesak atau pembengkakan;
  • gangguan keseimbangan cairan;
  • evaluasi sebelum atau setelah prosedur jantung.

Pedoman AHA/ACC/ADA/ASN 2026 menekankan bahwa risiko kardiovaskular, ginjal, dan metabolik merupakan kondisi yang saling terkait dan memerlukan pendekatan lintas disiplin.

Lihat Kesehatan Menyeluruh

Kenali Hubungan Ginjal dan Jantung

Perubahan eGFR bersama hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung perlu dipahami sebagai bagian dari evaluasi kesehatan menyeluruh.

Infografik hubungan ginjal, tekanan darah, dan jantung yang menunjukkan keterkaitan fungsi ginjal, beban kerja jantung, serta pengaruh tekanan darah terhadap pembuluh darah dan aliran darah ke organ.

Gambar: Infografik hubungan ginjal, tekanan darah, dan jantung yang menjelaskan bagaimana ketiganya saling memengaruhi dalam menjaga aliran darah, keseimbangan cairan, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Menjaga Ginjal dan Jantung

Cara menjaga ginjal dan jantung berfokus pada pengendalian tekanan darah, gula darah, pola hidup, serta penggunaan obat yang aman. Tidak ada satu makanan atau kebiasaan yang dapat menjamin fungsi ginjal tetap normal.

Pantau Tekanan dan Gula Darah

Hipertensi dan diabetes termasuk faktor risiko utama penyakit ginjal. Bila Anda memiliki salah satunya, ikuti target dan jadwal kontrol yang diberikan dokter. Jangan menggunakan target milik orang lain karena kebutuhan setiap pasien dapat berbeda.

Terapkan Pola Makan Seimbang

Pilih makanan segar dan batasi makanan sangat olahan, garam berlebih, gula tambahan, serta lemak jenuh. Namun, jangan langsung membatasi protein, kalium, atau fosfor tanpa arahan dokter atau ahli gizi.

Orang yang sudah memiliki gangguan ginjal mungkin memerlukan pengaturan khusus sesuai hasil laboratorium dan tahap penyakit.

Penuhi Cairan Secukupnya

Minumlah sesuai kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan. Kebutuhan cairan dipengaruhi cuaca, aktivitas, penyakit, dan obat.

Sebaliknya, orang dengan gagal jantung atau penyakit ginjal tertentu dapat memerlukan pembatasan cairan. Karena itu, anjuran “minum sebanyak-banyaknya” tidak berlaku untuk semua orang.

Tetap Aktif

Aktivitas fisik teratur, berat badan yang sehat, tidur cukup, dan tidak merokok membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta metabolik.

Pilih aktivitas sesuai kemampuan, terutama bila Anda memiliki penyakit jantung atau kondisi kronis.

Gunakan Obat secara Aman

Gunakan obat sesuai resep. Selain itu, sampaikan obat bebas, pereda nyeri, herbal, dan suplemen kepada dokter.

Beberapa obat perlu disesuaikan dengan fungsi ginjal. Penggunaan produk tertentu tanpa pengawasan juga dapat menambah risiko.

Periksa Sesuai Risiko

Pemeriksaan yang tepat bukan berarti melakukan semua tes sesering mungkin. Diskusikan kebutuhan berdasarkan tekanan darah, gula darah, riwayat keluarga, penyakit jantung, obat, gejala, dan hasil sebelumnya.

Baca juga: Tes Darah: Manfaat, Cara Kerja, Jenis, dan Interpretasi Hasilnya

Mulai Sejak Dini

Rencanakan Pemeriksaan Preventif

Pemeriksaan berkala membantu menilai tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, dan risiko kardiovaskular sesuai kebutuhan Anda.

Kapan Perlu Perhatian Medis?

Angka eGFR saja tidak menentukan kegawatan. Namun, perubahan hasil tertentu dan gejala yang menyertai tidak sebaiknya diabaikan.

Hasil yang Perlu Dikonsultasikan

Bicarakan hasil dengan dokter bila:

  • eGFR menurun dibandingkan pemeriksaan sebelumnya;
  • eGFR kurang dari 60 ditemukan atau terkonfirmasi;
  • UACR meningkat atau terdapat darah dalam urine;
  • kreatinin meningkat;
  • tekanan darah sulit dikendalikan;
  • Anda memiliki diabetes atau penyakit jantung;
  • perubahan terjadi setelah sakit, operasi, atau penggunaan obat baru;
  • Anda belum memahami arti hasil dan tindak lanjutnya.

Dokter yang meminta pemeriksaan atau dokter spesialis penyakit dalam dapat menjadi titik awal. PNPK Indonesia mencantumkan eGFR kurang dari 60 mL/menit/1,73 m² sebagai salah satu kriteria konsultasi ke subspesialis ginjal dan hipertensi. Rujukan juga perlu dipertimbangkan bila terdapat albuminuria berat, darah dalam urine, penurunan fungsi yang cepat, atau kondisi klinis lain yang memerlukan penanganan khusus.

Infografik checklist sebelum konsultasi eGFR yang memuat hasil terbaru, hasil sebelumnya, daftar obat, vitamin dan suplemen, catatan tekanan darah, hasil gula darah, kondisi saat tes, dan pertanyaan untuk dokter.

Gambar: Infografik checklist sebelum konsultasi eGFR yang membantu pasien menyiapkan hasil laboratorium, daftar obat dan suplemen, catatan tekanan darah, hasil gula darah, kondisi saat tes, serta pertanyaan penting untuk dokter.

Pahami Angka dan Konteksnya

eGFR adalah estimasi fungsi penyaringan ginjal, bukan diagnosis yang berdiri sendiri. Nilainya menjadi lebih bermakna ketika dibaca bersama hasil sebelumnya, kreatinin, UACR, tekanan darah, gula darah, obat atau suplemen, serta kondisi tubuh saat pemeriksaan.

Nilai rendah perlu diperhatikan, tetapi Anda tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kerusakan ginjal bersifat permanen. Sebaliknya, hasil yang tampak normal juga bukan alasan untuk mengabaikan faktor risiko.

Akhirnya, pemahaman yang menyeluruh akan membantu Anda berdiskusi dengan dokter secara lebih siap. Langkah berikutnya dapat berupa pemantauan, pemeriksaan tambahan, pengelolaan faktor risiko, atau evaluasi kesehatan ginjal dan jantung yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Simpan hasil medical check up Anda sebagai data awal untuk pemantauan berikutnya. Bila terdapat perubahan pada tekanan darah, gula darah, profil lipid, fungsi ginjal, EKG, kemampuan beraktivitas, atau keluhan yang diduga berkaitan dengan jantung, konsultasi dapat membantu menentukan langkah yang benar-benar relevan.

Tentang Heartology

Heartology Cardiovascular Hospital adalah rumah sakit kardiovaskular yang merupakan salah satu unit bisnis Astra International yang menyediakan solusi komprehensif dan terintegrasi untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah terbaik.

Kontak Kami

No. Tlp: 1500 258

Alamat: Jl. Birah III No. 4, Rawa Barat, Kby. Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia