Pak Johannes Antonius (49 tahun) asal Jambi pertama kali mengalami serangan jantung pada tahun 2023 dan menjalani pemasangan stent. Setelah kondisinya membaik, ia tetap menjaga pola hidup, rutin jalan pagi meski olahraga berat seperti badminton dan gym sudah dihentikan sesuai anjuran dokter.
Namun pada September 2025, Pak Johannes tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Saat diperiksa di rumah sakit, detak jantungnya tercatat mencapai 240 kali per menit. Keluhan ini sempat mereda, namun berulang kembali tiga bulan kemudian, dan semakin sering muncul, bahkan hingga seminggu sekali.
Karena belum ada dokter spesialis aritmia di Jambi, Pak Johannes sempat mencoba berbagai kemungkinan penyebab lain, termasuk berobat ke dokter lambung, sebelum akhirnya disarankan untuk mencari penanganan lanjutan di Jakarta.
Di Heartology Cardiovascular Hospital, Pak Johannes berkonsultasi dengan Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia. Setelah evaluasi menyeluruh, ia menjalani tindakan 3D Ablasi untuk mengatasi sumber gangguan irama jantungnya.
Satu minggu setelah tindakan, detak jantung Pak Johannes kembali normal dan keluhannya jauh membaik. Ia juga mengapresiasi keramahan tim Heartology, mulai dari petugas keamanan, customer service, hingga dokter, serta kecepatan respons tim medis setiap kali ia menghubungi via WhatsApp.