Pak Muhammad Jamal Hardian (41 tahun), akrab disapa Jamal, asal Jakarta Timur, awalnya mengira keluhan yang ia rasakan hanya masalah pencernaan biasa. Pada akhir 2024, ia mengalami perut kembung yang tak kunjung membaik meski sudah menjalani pengobatan lambung selama beberapa minggu, termasuk suntik lambung di sebuah rumah sakit dekat rumahnya.
Kondisinya kemudian berkembang, ia mulai kesulitan tidur, dan aktivitas ringan seperti mandi atau berjalan ke kamar mandi membuatnya ngos-ngosan. Pemeriksaan lanjutan menemukan adanya banyak cairan di sekitar jantungnya, yang sempat ditangani dengan obat selama beberapa bulan.
Atas rekomendasi rekan kantor yang pernah mengalami gejala serupa serta dorongan tim HR, Pak Jamal memutuskan untuk memeriksakan diri ke Heartology Cardiovascular Hospital. Di sana, ia berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, yang melalui pemeriksaan CT-Scan menemukan bahwa katup aortanya mengalami kerusakan disertai pelebaran pada pembuluh darah aorta. Diagnosis ini juga dikonfirmasi oleh dokter bedah sebagai opini kedua.
Kondisi ini kemudian ditangani melalui operasi Bentall, prosedur kompleks untuk mengganti katup aorta sekaligus memperbaiki bagian aorta yang melebar oleh tim dokter Heartology. Operasi berlangsung dari malam hingga dini hari, dan Pak Jamal menjalani masa pemulihan di ruang ICU dengan didampingi tim medis yang menurutnya sangat informatif dan tidak terburu-buru saat menjawab pertanyaannya.
Ia juga mengapresiasi keramahan tim Heartology secara menyeluruh, mulai dari petugas keamanan dan parkir hingga perawat di ruang rawat.